Breaking News

LINDUNGI DIRIMU DARI ADZAB ALLAH DENGAN IMAN DAN SYUKUR


 LINDUNGI DIRIMU DARI ADZAB ALLAH 
DENGAN IMAN DAN SYUKUR


Allah Ta'ala berfirman : 

مَّا يَفْعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

"Mengapakah Allah akan mengadzab kamu jika (memang) kalian bersyukur dan beriman ?, (Padahal) Allah itu Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui". (QS. An-Nisa : 147).

Ayat yang mulia ini walaupun dalam bentuk pertanyaan namun sesungguhnya memiliki jawaban yang pasti yaitu bahwa Allah tidak akan mengadzab hamba-Nya selama ia selalu bersyukur dan beriman kepada-Nya, Allah akan senantiasa memberikan ganjaran pahala selama ia menghamba kepada-Nya dengan sebaik-baik penghambaan, dan Allah Maha Mengetahui lahir dan batin setiap hamba-Nya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di -rahimahullah- berkata :

ثم أخبر تعالى عن كمال غناه وسعة حلمه ورحمته وإحسانه فقال: { مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ } والحال أن الله شاكر عليم. يعطي المتحملين لأجله الأثقال، الدائبين في الأعمال، جزيل الثواب وواسع الإحسان. ومن ترك شيئًا لله أعطاه الله خيرًا منه. ومع هذا يعلم ظاهركم وباطنكم، وأعمالكم وما تصدر عنه من إخلاص وصدق، وضد ذلك. وهو يريد منكم التوبة والإنابة والرجوع إليه، فإذا أنبتم إليه، فأي شيء يفعل بعذابكم؟ فإنه لا يتشفى بعذابكم، ولا ينتفع بعقابكم، بل العاصي لا يضر إلا نفسه، كما أن عمل المطيع لنفسه. والشكر هو خضوع القلب واعترافه بنعمة الله، وثناء اللسان على المشكور، وعمل الجوارح بطاعته وأن لا يستعين بنعمه على معاصيه

"Kemudian Allah mengabarkan tetang kesempurnaan kekayaan-Nya, luasnya kasih sayang, rahmat dan kebaikan-Nya di dalam Firman-Nya "Mengapakah Allah akan menyiksamu jika (memang) kamu bersyukur dan beriman ?". Dan kenyataannya bahwa Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Dia memberi pahala yang banyak dan kebaikan yang luas kepada orang-orang yang bersabar menanggung beban berat karena-Nya dan orang-orang yang tekun beramal. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan memberi hal (ganti) yang lebih baik darinya. Di samping itu Allah Maha Mengetahui lahir dan batin kalian, Maha Mengetahui amalan-amalan yang kalian kerjakan dengan keikhlasan dan kejujuran begitupun sebaliknya dan Allah menghendaki agar kalian bertaubat, berserah diri, dan kembali kepada-Nya. Jika kalian ytelah melakukan semua itu maka bagaimana mungkin Allah akan mengadzab kalian ?, karena sesungguhnya Allah tidaklah perlu membalas dengan menyiksa kalian dan Allah tidak akan memperoleh manfaat dengan menghukum kalian, akan tetapi seseorang yang bermaksiat tidaklah melakukan kemudharatan kecuali untuk dirinya sendiri sebagaimana seseorang yang ta'at (tidaklah ) beramal (kecuali) untuk dirinya sendiri. Dan (adapun) syukur itu adalah ketundukan hati, pengakuan terhadap nikmat Allah, pujian lisan kepada Allah, perbuatan anggota tubuh dengan mengerjakan ketaatan kepada-Nya, dan tidak menggunakan nikmat-nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya". (Kitab Taisirul Karimirrahman : QS. An-Nisa : 147).

Iman dan Syukur adalah dua hal yang mesti selalu ada pada diri seorang hamba. Semakin tinggi iman seseorang maka akan semakin besar pula rasa syukurnya kepada Allah dan semakin besar rasa syukurnya maka imannya kepada Allah pun akan semakin kuat. Maka barang siapa yang ingin menjadi abdan syakura (hamba yang pandai bersyukur) maka hendaknya ia memperbaiki imannya, dan barang siapa yang ingin menjadi mukmin sejati maka hendaknya ia memaksimalkan rasa syukurnya kepada Allah. 

Ketika Iman dikatakan terikat dengan hati, lisan dan anggota tubuh maka demikian pula syukur juga memiliki keterikatan dengan hati, lisan dan anggota tubuh. Allah Ta'ala berfirman :

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia pun telah memberimu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur”. (QS. An-Nahl: 78).

Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah -rahimahullah- berkata : 

الشكر ظهور أثر نعمة الله على لسان عبده: ثناء واعترافا، وعلى قلبه شهودا ومحبة، وعلى جوارحه انقيادا وطاعة

“Syukur adalah nampaknya pengharuh nikmat Allah pada lisan hamba-Nya (yaitu) berupa pujian dan mengucapkan dengan sadar bahwa ia telah diberi nikmat, (nampak pula pengaruh nikmat itu) di hatinya berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah dan (nampak pula pengaruh nikmat itu) pada anggota tubuhnya berupa kepatuhan dan ketaatan”. (Kitab Madarijus Salikin : 2/244).

Syukur adalah sifat yang sangat menakjubkan pada diri seorang mukmin. Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan karena setiap perkaranya itu baik. Akan tetapi semua itu tidak akan terjadi kecuali pada diri seorang mukmin (yang sejati). Jika ia mendapat kesenangan maka ia akan bersyukur dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan maka ia akan bersabar dan itu baik baginya”. (HR. Muslim No.7692).



(Muhammad Basit)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close